logo
Mengirim pesan
Rincian kasus
Rumah / Kasus-kasus /

Kasus Perusahaan Tentang Pembumian Instrumen: Kritis untuk Keandalan Instrumen – Panduan Komprehensif

Pembumian Instrumen: Kritis untuk Keandalan Instrumen – Panduan Komprehensif

2025-10-13
Grounding instrumen digunakan untuk mengatasi masalah keselamatan peralatan instrumen itu sendiri dan keselamatan operator, sekaligus memastikan titik potensial referensi yang andal untuk instrumen. Biasanya, ground referensi ditentukan di dalam instrumen.


Fungsi Grounding

  1. Grounding Keselamatan untuk Instrumen: Tanpa grounding, jika kinerja isolasi bagian catu daya menurun, akan timbul bahaya keselamatan. Setelah instrumen di-grounding, instrumen tersebut selalu mempertahankan potensial nol. Bahkan jika terjadi kebocoran internal, arus bocor akan dibuang ke kabel ground, sehingga tidak membahayakan operator instrumen dan memastikan keselamatan personel.
  2. Pelepasan Muatan Statis: Grounding dapat melepaskan muatan yang terakumulasi akibat induksi elektrostatik, sehingga mencegah pelepasan internal yang disebabkan oleh peningkatan potensial sirkuit dalam instrumen akibat akumulasi muatan.
  3. Peningkatan Stabilitas Operasional: Ini meningkatkan stabilitas operasional instrumen dan mencegah ketidakstabilan sirkuit yang disebabkan oleh perubahan potensial instrumen relatif terhadap potensial ground di bawah medan listrik, magnet, atau elektromagnetik eksternal. Meng-grounding housing instrumen dapat secara efektif mencegah interferensi.


Nilai Resistansi Grounding

  • Untuk grounding instrumen umum, nilai resistansi tidak boleh melebihi 4 ohm.
  • Untuk grounding pelindung (shield), resistansi umumnya 30 ohm.
  • Untuk grounding anti-statis, karena arus statis sangat kecil (tingkat mikroampere), resistansi grounding kira-kira 100 ohm.

    Oleh karena itu, nilai resistansi grounding yang dibutuhkan bervariasi tergantung pada lingkungan di lokasi, dan kesulitan konstruksi grounding juga berbeda sesuai dengan itu.


Nilai Kapasitansi Grounding

Saat menggunakan kapasitansi untuk grounding, metode ground mengambang DC dan ground AC diadopsi. Ketika kapasitansi tetap, semakin tinggi frekuensi sinyal interferensi, semakin rendah impedansi sirkuit kapasitor. Grounding kapasitansi efektif dalam menyaring sinyal interferensi frekuensi tinggi. Nilai kapasitansi umumnya 102/2KV.
Pemilihan metode grounding perlu ditentukan berdasarkan lingkungan di lokasi. Grounding instrumen sangat penting untuk memastikan keselamatan instrumen, keselamatan personel, dan operasi instrumen yang andal.


Metode Grounding

Ada dua metode grounding dasar: sistem grounding independen dan sistem grounding bersama.

1. Sistem Grounding Independen

Grounding dicapai melalui pasak grounding khusus atau objek grounding (seperti pipa logam). Grounding independen dapat memenuhi persyaratan grounding keselamatan, grounding kompatibilitas elektromagnetik, dan grounding petir. Saat menggunakan pipa logam untuk grounding, perlu dipastikan pipa tidak mengambang dan memiliki area kontak yang luas dengan tanah "bumi"; jika tidak, itu tidak dapat dianggap sebagai grounding yang andal.

2. Sistem Grounding Bersama

Sistem grounding bangunan (struktur beton bertulang) adalah sistem grounding bersama, di mana proteksi petir, catu daya, keselamatan, dan instrumentasi berbagi satu grid ground. Ini menggunakan struktur baja bangunan, perangkat proteksi petir atap, grid ground lantai dasar, grid ekuipotensial antar lantai, dan busbar grounding cincin, dll., yang dilas bersama untuk membentuk sistem grounding seperti sangkar yang terhubung secara elektrik, juga dikenal sebagai sangkar Faraday.
Titik grounding instrumen harus menjaga jarak aman yang cukup dari titik grounding proteksi petir dan tidak boleh dihubungkan ke titik grounding yang sama untuk mencegah arus petir mengalir ke dalam instrumen. Insinyur dapat menentukan metode grounding berdasarkan kondisi di lokasi.


Informasi Kontak
Situs Web: https://www.radar-leveltransmitter.com/ 
Email: lijunrong@china-nyjy.com
Whatsapp: +8615901050329